Thursday, July 7, 2011

Doa Nabi Yunus a.s.

Para Nabi adalah utusan Allah kepada manusia. Mereka adalah manusia biasa, hanya saja diberi Allah wahyu. Pada diri para Nabi Allah terdapat contoh teladan yang baik untuk ikutan umat. Ada contoh melalui amal perbuatan, ada ajaran dan anjuran yang dilakukan melalui lisan ada pula melalui sikap. Pada Nabi Yunus, pengajaran itu terdapat ketika beliau pergi dalam keadaan
marah disebabkan umatnya yang tidak mendengar dakwahnya. Nabi Yunus a.s. dipertemukan Allah dengan kesengsaraan di laut dan ditelan ikan besar.

Dalam perut ikan yang gelap gelita itulah, Yunus a.s. berdoa:


Ertinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, ya Allah, sesungguhnya aku adalah termasuk orang yang zalirn " (Al-Anbia: 87)


Doa Yunus pun didengar Allah, ia diselamatkan Allah, ikan besar itu terdampar di pantai. Allah SWT sungguh bijak. Kalau kepada Nabi Yunus Allah berikan pengajaran kepada umat manusia dengan cara pengalaman yang pahit, lalu kepada Nabi Muhammad SAW pengajaran umat diberikan melalui pengalaman baginda terhadap peristiwa Ummi Maktum.

Saturday, July 2, 2011

Doa Nabi Zakaria a.s.

Nabi Zakaria dan keluarganya amat ingin mempunyai anak, walau beliau memaklumi, bahawa dirinya sudah begitu uzur dan tua. Keadaan demikian tergambar pada wahyu Allah yang merakam peristiwa ketika ia berdoa:



Ertinya:
"Tuhanku, sesungguhnya tulangku sudah rapuh dan kepalaku sudah memutih uban, sementara aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khuatir terhadap mewaliku (yang melanjutkan urusan) sepeninggalanku, sedangkan isteriku seorang yang mandul. Kerana itu anugerahilah aku seorang putera di sisiMu yang nantinya akan menjadi waris dari sebahagian keluarga Yaakub dan takdirkan dianya nanti akan seorang yang diredhai, ya Tuhanku." (Maryam: 4-6)


Putera puteri dilingkungan keluarga akan menjadi penghujung dalam kehidupan suami isteri, penghibur rumah tangga, pewaris harta pelanjut keturunan, penyebar agama, pembentuk kerja dan pemanjat doa bagi kedua orang tuanya. Demikian penting kehadiran anak dilingkungan keluarga, tidak diragukan lagi. Untuk itu Nabi Zakaria berdoa mengadu kepada Allah yang Maha Kuasa.


Ertinya:
"Oh Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkau adalah waris yang paling baik." (Al-Anbiya': 89)


Lalu Allah memperkenankan doa Zakaria dengan lahimya seorang anak, Yahya a.s.

Tuesday, June 14, 2011

Doa Nabi Musa A.S Menghadapi Firaun

Nabi Musa a.s. mendatangi Firaun dengan tugas dakwah. Firaun yang terkenal keras kepala, kejam terhadap rakyat dan bahkan menggunakan segala kekuasaannya. Firaun inilah yang akan dihadapi oleh Nabi Musa a.s., yang pernah diasuh Firaun itu berdoa kepada Tuhan, di antaranya adalah:


Ertinya:
"Oh Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, arahkanlah kekakuan lidahku dan mengertilah kiranya mereka akan perkataanku." (Thaha: 25-28)

Sering kita dengar seseorang pembicara membaca doa di atas secara keras ketika ia akan memulai berbicara di hadapan umum. Tetapi akan lebih tepat, bila doa tersebut dibacakan saja secara perlahan, tanpa perlu didengar umum, akan yang perlu adalah peribadi kita sendiri. Atau bacakan sebelum naik mimbar atau seumpamanya.

Friday, April 22, 2011

Doa Nabi Ayub A.S

Allah mentakdirkan bahawa dalam kehidupan manusia akan banyak mengalami perjuangan, baik diluar mahupun di dalam diri itu sendiri. Umumnya ketika suka, perjuangan itu tiada terasa, dan bila derita yang terjadi, maka terasa menyesak dada. Saat-saat seperti itu, tidak pilih siapa manusianya, mereka pasti akan berusaha, berdoa dan menyerah; kecuali bagi yang beriman, penyerahan dan doa-harapannya tertuju pada Allah SWT yang Mana Kuasa lagi Maha Maklum atas segalanya. Allah berfirman:


Ertinya:
"Dan minta tolonglah kamu kepada Allah denganjalan sabar dan solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi mereka yang khusyuk."
(Al-Baqarah: 45)


Sebahagian ahli menempatkan pengertian sabar ialah usaha yang tidak kenal lelah, sedangkan kata solat ialah di dalamnya temiasuk doa. Benarlah upaya dan doa adalah dua penunjang yang tiada boleh diabaikan, bahkan saat-saat upaya sudah terdesak di jalan buntu, doa masih berfungsi bergerak di luar ruang lingkup pandangan mata dan pendengaran telinga. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:


"Siapa-siapa yang dibukakan baginyapintu-pintu doa bererti telah dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Tiadalah sesuatu yang dimintakan seseorang kepada Allah yang lebih dicintaiNya selain daripada permintaan 'afiat. Adapun doa itu amat bermanfaat terhadap sesuatu (takdir) yang sudah berlaku danjuga terhadap hal-hal yang belum terjadi. Tidak ada sesuatu yang dapat menolak ketetapan Tuhan (Qadha') kecuali doa, kerana itu berdoalah kamu."


Demikianlah Nabi Ayyub, ketikabeliau terkena penyakit yang susah sembuh, beliau tidak putus asa. Beliau tahu dan yakin bahawa setiap penyakit pasti ada ubat penyembuhannya, hanya saja kadang-kadang pengetahuan manusia belum menemuinya atau "taufiq" (persetujuan Tuhan) yang belum ada. Demikian saat saat yang di luar dugaan mata biasa, di luar jangkauan ilmu pengetahuan, pertolongan Tuhan itu datang. Nabi Ayyub berdoa, mengadukan halnya kepada
Tuhan Pencipta semesta Alam dan Allah berfirman:


Ertinya:
"Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang, maka Kami pun memperkenankan suaranya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang adapadanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya......"
(Al-Anbiya: 83-84)

Monday, March 28, 2011

Doa Istikharah

Jabir bin Abdillah Radhiallaahu anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ.


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengeta-hui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendak-nya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terha-dap diriku atau -Nabi bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untuk-ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja keba-ikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Tidak menyesal orang yang beristi-kharah kepada Al-Khaliq dan bermusya-warah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani perso-alannya. Allah Ta’ala berfirman: “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran, 3: 159)

HR. Al-Bukhari 7/162

Monday, March 7, 2011

Perkara Sebelum Tidur

Daripada Tafsir Haqqi,
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara , yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an ,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir ,
3. Sebelum para muslim meredhoi kamu ,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh....

Bertanya Aisyah : "Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku , maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredhoi kamu.

Dan , perbanyaklah bertasbih , bertahmid , bertahlil , bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan
ibadah haji dan umrah"

Friday, March 4, 2011

Solat Dhuha Sebagai Roh Rezeki


REZEKI melimpah, halal dan berkat adalah dambaan atau keinginan setiap orang, apatah lagi disertakan dengan kedudukan yang mulia dan ilmu yang bermanfaat.

Namun untuk mencapai kenyataan itu bukanlah mudah. Ini kerana wang yang melimpah dan kedudukan yang tinggi bukanlah sesuatu yang dapat membawa serta menjamin keberkatan hidup yang sejati.

Ini membuktikan rezeki yang melimpah tidak menjamin kehidupan yang berkat. Rezeki yang melimpah juga tidak menjamin hidup yang harmoni, bahagia dan tenang.

Allah berfirman:

"Sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambanya tentulah mereka melampaui batas pada muka bumi tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakinya dengan ukuran tertentu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat keadaan hamba-hamba-Nya." (asy-Syura: 27)

Kita sering melihat orang yang diberi rezeki yang melimpah tetapi menggunakan kekayaan mereka bagi mengingkari Allah, membelanjakan pada jalan sesat dan digunakan bagi mencari tempat di neraka. Bukankah itu kebodohan yang nyata?

Sedangkan kita selalu diingatkan serta dinasihatkan oleh Allah supaya memakan rezeki yang baik dan jangan mengikut jejak syaitan. Sesungguhnya, syaitan adalah musuh yang nyata.

Rezeki yang halal dan berkat dapat membawa manusia menuju ketenteraman hati. Ia juga dapat membawa kemuliaan di sisi Allah. Insya-Allah, kita dapat mencapainya dengan mengerjakan solat duha.

Solat Duha adalah solat yang berkait rapat dengan rezeki sama ada dipermudahkan rezeki, rezeki yang diberkati, kemanfaatan rezeki dan pahala yang tinggi nilainya. Manakala di akhirat pula, Allah menyediakan pintu khusus baginya memasuki syurga.

Hal ini telah dijelaskan dalam banyak hadis Rasulullah SAW. Nabi pernah berwasiat kepada sahabat terdekatnya iaitu Abu Dzar al-Ghifari supaya melaksanakan solat Duha, solat Witir dan puasa tiga hari dalam setiap tengah bulan.

Kekasihku Muhammad berwasiat kepadaku supaya berpuasa tiga hari pada setiap bulan, mengerjakan solat duha dua rakaat dan solat witir sebelum tidur. (riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud daripada Abu Hurairah)

Pun begitu, kita perlu menyedari bahawa solat duha dilakukan bukan semata-mata mengharapkan rezeki, ia dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Yang pasti, solat duha menambah amal soleh. Malah Allah turut akan mengampunkan dosa-dosa kita, seandainya ia dikerjakan secara istiqamah.

Lantaran itu, kekuatan spiritual yang terdapat dalam solat ini mempengaruhi kepentingan duniawi dan ukhrawi. Secara tidak langsung, ia memenuhi dua aspek iaitu kepentingan bagi kejayaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Oleh itu, tidak hairanlah mengapa Nabi Muhammad SAW banyak menganjurkan amalan solat duha ini. Sebuah buku berjudul Magnet Rezeki dengan Solat Duha yang telah diterjemahkan daripada buku Menyingkap Mukjizat Shalat Dhuha karya Muhammad Mokhtar.

Buku ini memotivasikan kita agar tidak sahaja kaya wang tetapi pada masa sama membina kekayaan jiwa demi kebahagiaan di sana.

Ia juga membongkar rahsia memperoleh rezeki yang melimpah-ruah melalui wahana solat duha. Ia membuka perspektif baru mengenai rezeki dan kekayaan bagi seorang Muslim.

Disokong dengan bukti-bukti yang menjelaskan bahawa melalui solat duha yang istiqamah, sesiapa sahaja mampu memperoleh rezeki yang berganda dan diberkati.


Membuka Pintu Rezeki Dengan Shalat Dhuha